Anggota Tubuh Halusinasi : Tubuh yang Ada di Ruang Lain

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Anggota Tubuh Halusinasi : Tubuh yang Ada di Ruang Lain

Phantom limb adalah semacam perasaan bagi sementara orang yang anggota
tubuhnya diamputasi karena terjadi kecelakaan atau sakit yang
dideritanya, namun selalu berperasaan bahwa anggota tubuhnya itu masih
tetap ada, di samping itu terdapat cukup banyak dari mereka yang
diamputasi itu tetap punya perasaan nyeri terhadap anggota tubuh yang
sudah tidak ada lagi (rasa nyeri hulusinasi: phantom pain).

Ada sebuah laporan literatur medis tahun lalu menyatakan bahwa: "72%
pasien amputasi itu mempunyai rasa nyeri halusinasi. Di antara mereka
yang tubuh bagian bawah diamputasi timbul rasa nyeri halusinasi
mencapai 80%.

Majalah (Natural) pernah melaporkan bahwa perasaan phantom limb itu
bersumber dari saraf sentral otak zona talamus. Disertasi penulis
tersebut menyatakan bahwa yang merangsang talamus yang telah
diamputasi itu masih bisa menimbulkan rasa nyeri, rasa indera raba,
rasa lainnya. Akan tetapi mengapa saraf sentral otak masih dapat
berfungsi untuk memberikan informasi pada bagian tubuh yang sudah
tidak ada itu, tetap merupakan teka-teki yang masih belum terjawabkan.
Bagi penderita tertentu yang timbul rasa nyeri yang amat sangat itu,
sementara ada ilmuwan berpendapat bahwa itu akibat perubahan rute
gerak saraf otak besar bagian luar, namun ada juga yang beranggapan
bahwa itu diakibatkan oleh perubahan tekanan darah dan sirkulasi
darah, tapi sampai saat sekarang ini masih belum bisa memastikan mana
yang benar. Walau sudah pernah diadakan spinal cord stimulation
(rangsangan terhadap sumsum tulang belakang) dan deep brain
stimulation (rangsangan terhadap otak lapisan dalam) bagi beberapa
penderita, namun masih tetap saja tidak bisa menghilangkan rasa nyeri
setelah amputasi. Dan, bagi mereka yang masih tetap memiliki rasa
pengindera raba sekalipun tidak memiliki anggota tubuhnya, sama sekali
tidak bisa dapat dijelaskan. Walaupun pasien amputasi tersebut
mengatakan bahwa itu sama sekali bukan halusinasi, namun masih banyak
dokter menyarankan penderita semacam ini perlu mendapatkan psikoterapi
yang layak.

Di bawah kondisi ilmu pengetahuan praktis modern tak dapat memberi
penjelasan, maka keberadaan tubuh di ruang dimensi lain barang kali
dapat memberi sebuah jawaban yang paling cocok bagi phantom limb itu.

 

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)