APA PRIORITAS HIDUPMU??

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

APA PRIORITAS HIDUPMU?????? (Bahan renungan)


MELAYAT KE RUMAH SAHABAT

Pagi tadi (pukul 10..00, tgl 17 Juli’08), saya & beberapa rekan kantor
melayat salah seorang sahabat kami yg bekerja sbg seorang Marketing di
bahan bantu produk kami. Namanya Pak Andre. Saya sebenarnya baru beberapa
bulan ini mengenal dirinya. Tapi perkenalan kami cukup mendalam. Rasanya
saya sudah mengenal dirinya bertahun-tahun. Kami sudah bisa langsung
akrab & berkelakar bak sahabat lama.

Di rumah beliau yang cukup mewah di kawasan elit Cimahi, Jabar, kami
bertemu dengan istri beliau – masih sangat muda, belum sampai 40 tahun – &
2 anak mereka. Yang sulung baru juga kelas 1 SMA. Pak Andre sendiri baru
berusia 42 tahun.

Dari cerita istrinya, kami baru mengetahui bahwa Pak Andre meninggal
kemarin sore, pukul 16.00. Saat itu dia melihat tali sepatunya lepas. Dia
membungkuk untuk memperbaikinya. Tiba-tiba pandangannya kabur, & terjatuh.
T id ak lama, ketika ditolong teman-temannya, dia sudah meninggal.. Sebegitu
mudahnya dia meninggal.

Menengok masa lalunya – yang dituturkan oleh kakak beliau – Pak Andre
adalah pekerja yang sangat gigih & giat. Lokasi kerjanya yang jauh dari
rumah (di daerah Soreang, sekitar 1.5 jam dari rumahnya, kalau t id ak
macet), mengharuskan dia berangkat sangat awal ke kantor. Walau jam
kantornya pukul 09.00, dia sudah harus berangkat dari rumah pukul 06.00
untuk menghindari kemacetan. Usai jam kerja pukul 17.00, dia masih rajin
menyambangi kantor-kantor koleganya yg ada di arah pulang, menanyakan
order. Sampai rumah, biasanya sudah pukul 21.00.

Beliau pun jarang olah raga, jarang bermain dengan keluarga, & jarang
beristirahat. Yang dia pikirkan adalah kerja & kerja, & bagaimana
membesarkan omzet. Bahkan di hari libur pun, beliau sering mampir ke
pabrik, memeriksa dan follow up order.

Makan t id ak teratur & jarang minum, membuat beliau mengalami gangguan
ginjal, diabetes, & jantung. Tekanan darah pun t id ak stabil karena beliau
sering stres & kurang istirahat. Seminggu sebelum beliau meninggal,
tubuhnya sudah sangat kelelahan. Istrinya meminta dia mengambil cuti 1
minggu. Tapi dia t id ak mau. Yg dia pikirkan adalah omzet, omzet, & omzet.
Kerja, kerja, & kerja. Pokoknya totalitas h id upnya untuk kerja & omzet .

Puncaknya adalah kemarin, tanggal 16 Juli, ketika tubuhnya sudah t id ak
mampu lagi menahan beban berat, dia tersungkur saat akan membetulkan tali
sepatu di depan kantornya.

Dia punya rumah mewah. Harta yang besar. Keluarga yang baik. Tapi semuanya
t id ak bisa ia nikmati karena dia telah menetapkan tujuan h id upnya : h id up
adalah utk bekerja & mencari omzet.. Lalu setelah semuanya d id apat, buat
apa? Kini dia tert id ur kaku di liang lahat, meninggalkan kepedihan
mendalam keluarganya, sahabatnya, & rekan2 sekerjanya. T id ak ada lagi yang
bisa dia berikan selain kenangan.

RENUNGAN :

Apa prioritas h id upmu hari ini? Kerja,omzet & tagihan ? Jika itu sudah kau
dapat, lalu ? Bagaimana jika di satu hari Tuhan dengan mudahnya mencabut
h id upmu. Apa t id ak jadi sia-sia apa yang sudah kau raih?

Lihatlah bahwa ada hal lain yang jauh lebih berharga : keluargamu,
sahabatmu, & h id upmu sendiri. Engkau boleh mencintai pekerjaanmu, tapi
jangan biarkan pekerjaan menguasai dirimu.

Selama Tuhan memberimu kesempatan, luangkan waktu untuk lebih mencintai
keluarga & dirimu sendiri. Dan luangkanlah waktu untuk Tuhan. Karena
Dialah, kau ada. MEREKA jauh lebih berharga daripada emas dan perak di
muka bumi ini. Benar apa yang dikatakan sebuah lagu….”ku tak membawa
apapun juga saat ku datang ke dunia, ku tinggal semua pada akhirnya saat
ku kembali padaNya…”

 

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)