Apa yang anda lakukan, akan di ikuti oleh anak-anak anda. pikirkan lah baik-baik.

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Seorang kakek tinggal dengan anaknya. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang kakek sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan matanya yang rabun membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok & garpu kerap jatuh. Anak & menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini.

Lalu, suami istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana, sang kakek duduk untuk makan sendirian, ada air mata yang tampak mengalir dari gurat keriput sudut mata si kakek. Tak ada gugatan darinya. Tetapi, tiap nasi yang dia suap selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata yang keluar dari anak & menantunya selalu omelan agar ia tidak menjatuhkan makanan lagi. Cucunya memandang semuanya dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Tak diduga, anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orang tuanya begitu sedih & terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, air mata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orang tua ini mengerti, ada sesuatu yang harus mereka perbaiki.

Mereka kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah/ taplak yang ternoda.

Anak-anak adalah refleksi diri kita. Mata mereka selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak. Pikiran mereka akan selalu mencerna apa yang kita lakukan. Mereka adalah peniru ulung. Orangtua yang bijak akan selalu menyadari “bangunan jiwa” yang disusun adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak2. Mari susunlah bangunan itu dengan bijak, sebab untuk merekalah kita akan selalu belajar bahwa berbuat baik pada orang lain adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

Silakan SHARE jika cerita ini perlu diketahui teman2 anda.

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)