Batu-batu kecil

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja dibawah. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaanya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh keatas, di lemparnya uang 1.000-an rupiah yang jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut uang Rp.1.000,- dan melanjutkan pekerjaanya. Sang mandor akhirnya melemparkan uang Rp.100.000,- dan berharap si pekerja mau menengadah “sebentar saja” ke atas… Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang Rp.100.000,- dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

Cerita tersebut diatas sama dengan kehidupan kita. Tuhan selalu ingin menyapa kita….
Akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi “dunia” kita.
Kita di beri rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur!!!
Bahkan lebih sering kita tidak mau tau dari mana rejeki itu datangnya… Bahkan kita selalu bilang… Kita lagi “HOKI”! Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Tuhan.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan “batu kecil” yang kita sebut musibah, agar kita mau menoleh kepada Tuhan..
?

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)