Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Uang banyak
Uang sedikit
Cukup makan sudah bagus

Paras buruk
Paras cantik
Yg penting enak di pandang

Orang tua
Orang muda
Yang penting sehat

Baik Miskin atau Kaya
Yg penting hidup rukun

Suami pulang malam
Yang penting pulang,
sudah bagus

Walaupun Istri cerewet, salama masih mau mengurus rumah tangga,
sudah bagus

Anak sejak kecil,
Sudah harus diajar dgn baik

Jadi Profesor atau jadi Tukang sayur,
yg penting jadi orang yang baik

Rumah besar atau kecil, asal bisa di tempati,
sudah baik

Branded atau bukan branded,
yang penting nyaman saat digunakan

Roda 2 atau roda 4,
yg penting bisa di kendarai & berguna

Punya Atasan yg  tidak baik,
harus sabar dan kendalikan diri
Semua masalah,
yg penting bisa terselesaikan

Ngotot tak mau Mengalah, Lebih baik di letakkan/ lepaskan(Mengampuni)

Hidup ini yg penting Damai dan Aman

Kalau sudah banyak uang, belum tentu kehidupan akan lebih baik

Hati baik Perbuatan baik, Nasib akan berubah baik

Siapa benar siapa salah, yg tahu hanya TUHAN

Bicara segini banyak, yg penting dimengerti

Langit, bumi & seluruh makhluk,
Ada baiknya mengikuti kodrat/takdir/jodoh yg sudah ditetapkan olehNYA

Banyak masalah,
Ada baiknya diterima dengan lapang dada

Semua orang bersikap baik,
hari2 akan terasa lebih baik

Kamu Baik aku Baik,
dunia akan lebih baik

Kesimpulannya,
harus mensyukuri dgn apa yg sdh kita miliki

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.

Lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah petani ini pada istrinya: “Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepatsampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah.”

Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka.

Pengendara motor itu berkata kepada istrinya: “Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.”

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan, ketika sebuah mobilsedan Mercy lewat di hadapan mereka: “Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok.”

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya: “Betapa bahagianya suami istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini. Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing.”

Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada.

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)