Bersyukurlah!!

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Saya akan ceritakan sebuah kisah nyata.

Wanita ini adalah seorang multi-jutawan.

Namun sangat dan sama sekali miskin.

Wanita kaya ini mempunyai 5 pembantu, 1 tukang kebun, dan 2 supir.

“Pembantu #1 adalah asisten pribadi saya,” jelasnya pada saya suatu
hari. “Saya tidak dapat hidup tanpanya. Ia memegang handphone saya.
Ia menyusun anggaran untuk rumah. Yang lebih penting, ia memijit kaki
saya setiap malam. Pembantu #2 membersihkan rumah. Pembantu #3
bertugas cuci gosok. Pembantu #4 memasak. Dan pembantu #5 adalah
asisten pembantu #1.”

Kebetulan, saya bertemu dengannya suatu pagi dan ia menyerocos, “Saudara Bo, saya merasa sangat stres! Hidup ini begitu sulit! Mengapa Tuhan melakukan ini pada saya?”

“Mengapa? Apa yang terjadi?” saya bertanya. Saya membayangkan yang terburuk.

“Salah satu pembantu saya sedang libur,” jeritnya, “dan ia sudah pergi selama seminggu hingga hari ini. Jadi dari lima pembantu, sekarang saya hanya punya empat. Ya Tuhan, saya tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan! Hidup saya jadi berantakan.”

DENGAN APA KEKAYAAN DIUKUR?

Sekarang saya sangat yakin.

Kekayaan bukanlah uang.

Kekayaan bukanlah mobil-mobil yang Anda kendarai atau rumah-rumah yang Anda miliki.

Kekayaan bukanlah perhiasan Anda, saham, atau simpanan Anda di bank.

Sekarang saya percaya kalau kekayaan adalah suatu emosi.

Kekayaan adalah suatu perasaan di dalam hati.

Lebih tepatnya, kekayaan adalah suatu pandangan, suatu sikap, suatu kepercayaan.

Dan ukuran kekayaan yang paling nyata adalah rasa syukur.

Teman saya di atas, meskipun seorang multi-jutawan, tapi sangat miskin karena ia memiliki rasa syukur yang sangat sedikit. Tiadanya rasa syukur berfokus pada apa yang ia tidak miliki; Rasa syukur berfokus
pada apa yang Anda miliki.

Ingatlah kebenaran yang menguatkan ini: Kekayaan Anda sama dengan Rasa Syukur Anda. Dan Rasa Syukur Anda sama dengan Kekayaan Anda.

Tapi rasa syukur macam apa yang Anda miliki? Mari kita cari tahu…

3 MACAM RASA SYUKUR

Ada tiga tingkatan rasa syukur:
– Rasa syukur yang dangkal
– Rasa syukur yang sederhana
– Rasa syukur yang kudus

1. Rasa Syukur Yang Dangkal

Ini terjadi ketika Anda bersyukur untuk hal-hal yang besar saja.

Anda menang lotere.

Anda mendapat sebuah mobil baru.

Anda berhasil lulus ujian setelah 9 kali mengulang.

Puteri Anda akhirnya menikah pada usia 45.

Visa Anda disetujui setelah menunggu selama 16 tahun.

Suami Anda yang tidak setia, pengangguran, peminum akhirnya berubah.

Bagaimana mungkin Anda tidak mengucap syukur?

Setiap orang mulai dengan Rasa Syukur yang Dangkal. Saya menyebutnya dangkal karena perasaan syukur ini akan lebih cepat berlalu.

Rasa Syukur yang Dangkal baik. Namun jika Anda ingin sungguh-sungguh bahagia, Anda perlu naik tingkat ke bentuk rasa syukur yang lebih dalam…

2. Rasa Syukur Yang Sederhana

Dalam Rasa Syukur yang Sederahana, Anda bersyukur bahkan untuk hal-hal kecil dalam hidup. Untuk atap yang melindungi kepala Anda, untuk makanan yang bersisa di meja Anda, untuk keluarga yang agak memusingkan di sekeliling Anda. Hal-hal biasa yang Anda terima.

Ingat kalimat terkenal ini?

Saya pernah merasa sedih karena tidak punya sepatu, hingga saya bertemu dengan seorang pria yang tidak mempunyai kaki. – NN.

Suatu hari, seorang teman mengeluh tentang kerontokan rambut yang dialaminya. Saya mengatakan padanya untuk berpikir positif: rambutnya bukan rontok, tapi dahinya yang bertambah lebar. Ia tidak percaya pada saya dan menjadi semakin depresi.

Karena itu saya mengirimkan sms padanya kalimat di atas dengan versi yang sedikit berbeda:

Saya pernah merasa sedih karena tidak punya rambut hingga saya bertemu seorang pria yang tidak mempunyai kepala.

Saya rasa itu menyadarkannya. Jika Anda harus memilih antara kebotakan dan dipenggal, mana yang akan Anda pilih?

Sekarang, ia membuat kepalanya mengkilap dan memanggil dirinya sendiri Bruce Willis.

Tapi tahukah Anda bahwa ada sesuatu yang lebih luar biasa daripada
Rasa Syukur yang Sederhana?

3. Rasa Syukur Yang Kudus

Dalam Rasa Syukur yang Kudus, Anda bersyukur untuk hidup itu sendiri.

Anda bersyukur bahwa Anda hidup.

Anda bersyukur bahwa Anda ada.

Anda bersyukur bahwa Anda bernafas!

Anda bersyukur untuk setiap petualangan dalam hidup sehari-hari, dengan semua naik-turunnya, tinggi-rendahnya, dan lika-likunya.

Rasa syukur macam ini tidak lagi tergantung pada situasi.

Dan ada sebuah perbedaan besar antara tahu Anda perlu bersyukur, dan kenyataan memiliki setiap sel dalam tubuh Anda yang berseru, “Terima kasih!”

Ini Rasa Syukur yang Kudus.

Hal ini merupakan salah satu hal termanis di dunia.

Tak satupun dapat menyentuh Anda. Anda merasa damai.

Ketika Anda memiliki Rasa Syukur yang Sederhana – dan khususnya Rasa
Syukur yang Kudus – Anda menerima begitu banyak berkat.

APAKAH ANDA SEORANG AHLI BERKAT ATAU SEORANG AHLI MASALAH?

Mengapa orang-orang yang bersyukur adalah ahli berkat?

Alasan pertama: Rasa syukur adalah salah satu bentuk cinta yang paling
kuat. Karena itu rasa syukur mengusir ketakutan
dalam hidup Anda.

Alasan kedua: Karena orang-orang yang bersyukur berfokus pada berkat-berkat dalam hidup mereka, mereka menjadi Ahli-ahli Berkat. Apa maksudnya? Mereka tahu bagaimana bentuk, suara, bau, dan
rasa sebuah berkat. Karena itu, ketika mereka membuka mata mereka dan melihat sekeliling hidup mereka, mereka akan mencium sebuah berkat yang satu mil jauhnya! Mereka akan menghampiri dan meraihnya.

Orang-orang yang tidak bersyukur adalah Ahli-ahli Masalah.

Ketika mereka melihat sekeliling hidup mereka, mereka tidak dapat melihat berkat di depan mata mereka karena mereka tidak tahu bagaimana rupanya.

Saya harap Anda menjadi seorang Ahli Berkat.

Percayalah, ini sangat mengasikkan!

Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Wowwww….Trmksh u slrh informasi y sy dptkn dr anda….trmksh u kepedulian dn kshsyng anda u sy dn kwn2…