Cemburu : Tumor Ganas di Lubuk Hati

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Cemburu : Tumor Ganas di Lubuk Hati

Ada seorang mahasiswa master yang menjadi korban surat -surat kaleng, Setiap
kali dia melamar pekerjaan, surat kaleng ini senantiasa mengikutinya,
membuat lamarannya gagal terus dan semangatnya hancur. Ternyata "surat
pembeberan fakta" tersebut dikirim oleh enam teman kuliahnya yang
dilandasi oleh perasaan cemburu. Oleh karena itu dia melayangkan
tuntutan ke pengadilan atas kejahatan memfitnah serta meminta ganti
rugi materi dan mental.

Apakah cemburu itu? Perasaan iri terhadap keadaan dan kemampuan. Orang
yang iri terhadap bakat, watak dan moral, nama, kedudukan, atau
keadaan, bahkan terhadap paras wajah orang lain yang lebih baik dari
diri sendiri, timbul perasaan tidak senang atau memusuhi dan benci,
ini adalah keadaan psikologis yang sangat tidak sehat. Cemburu
biasanya lebih banyak muncul antar-rekan sekerja atau antara orang
yang saling mengenal dengan baik. Tingkat perbedaan yang makin besar
akan mendatangkan perasaan cemburu yang lebih kuat.

Seorang kaisar tidak akan pernah cemburu pada rakyatnya, sebab alasan
perbandingan antarkeduanya sangatlah kecil. Ilmuwan Inggris berkata:
"Orang dapat mengizinkan orang yang asing baginya untuk menjadi kaya
dan berkuasa, tetapi sama sekali tidak bisa memaafkan orang yang dekat
dengannya menjadi lebih maju dan berhasil." Munculnya kecemburuan
karena membanding-bandingkan kemampuan, prestasi dan hasil usaha
dirinya dengan orang lain terutama yang dekat dengannya. Dianggapnya
gunung tinggi menghalangi pandangan ke tanah datar, kemajuan yang
dicapai orang lain akan memperlihatkan kekurangan dirinya; orang lain
lebih menonjol akan terlihat kemampuan diri yang hanya biasa-biasa
saja; orang lain kuat, semakin terlihat dirinya lebih lemah.

Cemburu seperti sebuah pedang bermata dua, melukai orang dan juga
merugikan diri sendiri. Cemburu bukan saja karat yang menggerogoti
hubungan antarmanusia, merusak persatuan, dan menyakiti rekan sekerja,
juga menimbulkan kerugian fisik dan mental; dan merusak kesehatan.
Mencemburui orang lain sama dengan menyiksa diri sendiri; bila seorang
cemburu, sebetulnya pada saat yang sama sedang menyiksa diri sendiri.
Seorang Penyair terkenal berkata: "Cemburu adalah tumor ganas dalam
lubuk hati." Pengarang Perancis berkata: "Penderitaan seorang yang
cemburu jauh lebih parah dari segala derita yang bisa dialami oleh
orang, ketidakberuntungannya dan kebahagiaan orang lain mengakibatkan
si pencemburu menderita luar biasa". Cemburu adalah seperti seekor
ular berbisa yang mendekam dalam lubuk hatinya, dengan kejam terus
menyemprotkan racun.

Cemburu adalah penyakit kronis masyarakat, sejak dahulu hingga
sekarang dan di mana saja. Dewasa ini, pemerintah Jerman sudah
memasukkan cemburu ke dalam golongan penyakit psikologis. Orang yang
menderita cemburu dapat berobat dengan gratis, disamakan status dan
haknya dengan pasien penyakit lepra. Dapat terlihat, dampak cemburu
pada masyarakat di negara maju telah menimbulkan perhatian yang tinggi.

Untuk menghilangkan keadaan cemburu, adalah penting meningkatkan
kualitas moral manusia, senantiasa rendah hati dan berhasrat untuk
belajar, menghargai dan menghormati kemampuan orang lain, mengakui
bahwa "di atas langit masih ada langit lagi" serta menjadikannya
sebagai panutan, dengan giat memberi dorongan pada kecenderungan yang
sehat, untuk membasmikan tunas cemburu yang sedang tumbuh. Seperti
pepatuh kuno, "menghilangkan hati cemburu, seluruh dunia akan
berselimut embun segar", alangkah indahnya!

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)