Cukup dan Kurang

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Cukup dan Kurang

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”.

Kapankah kita bisa berkata cukup?

Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.

Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.

Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.

Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.

Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.

Semua merasa kurang dan kurang.

Kapankah kita bisa berkata cukup?

“Cukup” bukanlah soal berapa jumlahnya.

“Cukup” adalah persoalan kepuasan hati.

“Cukup” hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.

Tak perlu takut berkata “cukup”.

Mengucapkan kata “cukup” bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.

“Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.

Mengucapkan kata “cukup“ membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata “cukup”.

Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini.
~o)  ?
\ <=-P_~o)
?  ))
,>\_  ?

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)