Dehidrasi dan Kematian

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Dehidrasi dan Kematian

KOMPAS.com – Air merupakan salah satu zat gizi penting bagi kesehatan tubuh. Tubuh manusia membutuhkan air untuk hidup sehat dan aktif. Tubuh manusia hanya dapat bertahan selama satu minggu tanpa air.

Sekitar 55 hingga 75 persen tubuh kita terdiri dari air. Keseimbangan cairan menjadi negatif atau terjadi dehidrasi ketika air tubuh menurun 2-6 persen. Dehidrasi disebabkan penurunan asupan air, meningkatnya pengeluaran air dari tubuh (ginjal dan pencernaan), atau pengalihan cairan. Manifestasi klinis dehidrasi paling erat kaitannya dengan penurunan volume intravaskular dan selanjutnya dapat mengakibatkan kegagalan organ dan kematian.

”Kebutuhan air setiap orang berbeda, tergantung tempat tinggalnya. Dia tinggal di negara apa, juga aktivitas hariannya,” kata Laurent Le Bellego, PhD dari Danone Group Perancis di Kongres Nutrisi Internasional Ke-19 di Bangkok, Thailand, awal Oktober 2009.

Menurut Le Bellego, banyaknya air yang harus diminum setiap orang agar tak terjadi dehidrasi berbeda-beda.. Di Perancis orang dianjurkan minum air sebanyak 1.500 mililiter (ml) per hari. Di Inggris Raya, bahkan ada dua lembaga yang mengeluarkan pernyataan yang berbeda. The British Dietic Association menyarankan minum air 1.500 ml-2.500 ml per hari, sedangkan The British Nutrition Foundation menganjurkan minum air 1.500 ml-2.000 ml per hari.

”Di Meksiko orang dianjurkan minum air 2.000 ml per hari, di Kanada 3.000 ml per hari, di Australia 2.600 ml per hari, dan di Selandia Baru 2.100 ml per hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menganjurkan minum air 1.500 ml per hari,” kata Le Bellego.

Perbedaan jumlah air tersebut tergantung dari iklim, situasi, dan jenis makanan yang dikonsumsi.

”Cara hidup seseorang, bagaimana ia makan dan minum, itu sangat penting. Umumnya orang meremehkan jumlah air yang harus diminum setiap hari karena dampaknya tidak segera terlihat. Tanpa mereka sadari, mereka bisa menderita dehidrasi. Padahal dehidrasi itu sangat berbahaya,” tambahnya.

Air tak sekadar menghilangkan rasa haus, tetapi juga berfungsi sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh, menjadi penyedia mineral, dan elektrolit bagi tubuh.

Gangguan fungsi otak

Dehidrasi dapat mengakibatkan gangguan dalam fungsi otak, seperti konsentrasi dan kemampuan berpikir. Secara fisik dapat menurunkan stamina dan produktivitas melalui gangguan sakit kepala, lesu, lemas, kejang, hingga pingsan. Pada jangka panjang dehidrasi dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan terjadi batu ginjal.

Prof Dr Hardinsyah Ridwan, MS, Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, yang hadir pada Kongres Nutrisi Internasional Ke-19 menyatakan, air sebenarnya merupakan bagian zat gizi dan sama pentingnya seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, hal ini sering terlupakan. Kurangnya asupan air dapat menyebabkan gangguan fisik. Anak sekolah yang kurang asupan air akan mengalami penurunan kemampuan kognitif dan berisiko gangguan ginjal pada masa depan.

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)