DISIPLIN: Pembeda antara Orang yang TAHU dan MELAKUKAN

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

 

Banyak orang yang TAHU, sedikit orang yang MELAKUKAN. Banyak orang yang tahu, bahwa agar bisnis lancar, mereka harus promo secara teratur. Namun, berapa banyak yang melakukannya? Banyak orang tahu, kunci sukses sebuah blog adalah konsisten posting artikel, tapi berapa banyak orang yang melakukan? Banyak orang tahu, agar bugar perlu olahraga secara teratur, namun berapa banyak yang melakukan.

Di setiap keberhasilan seseorang, kita bisa melihat mereka MELAKUKAN apa yang mereka KETAHUI. Sebaliknya, di setiap kegagalan seseorang kita bisa melihat mereka tidak MELAKUKAN apa yang mereka KETAHUI. Apa sebenarnya jembatan yang menghubungkan antara MENGETAHUI dan MELAKUKAN?

Hanya satu hal: DISIPLIN; kebiasaan yang terbentuk sebagai hasil latihan.

Alex Goldfayn menyebutkan, ada tiga elemen disiplin:

• Pertama, memulai: orang sukses sering memulai.

• Kedua, mengulangi: jika apa yang Anda mulai berhasil, ulangi. Jika tdak, ambil pelajaran lalu sesuaikan tindakan.

• Ketiga, akuntabilitas: Anda perlu seseorang yang membuat Anda konsisten melakukan dua hal di atas.

Bagaimana agar kita menjadi orang yang disiplin?

1. Singkirkan Distraksi. Tata lingkungan Anda, singkirkan hal-hal yang mengalihkan Anda dari tujuan Anda.

2. Jangan menunggu sampai “mood” datang. Jadwalkan sekarang juga.Aktivitas apa yang ingin Anda rutinkan? Segera tetapkan jadwal mulainya.

3. Terima konsekuensinya. Jika ada hal baru yang ingin Anda lakukan, maka perlu ada hal lain yang perlu Anda hilangkan. Pahami konsekuensinya. Sadari bahwa ada konsekuensi yang akan Anda terima saat Anda berubah. Seperti artis, mereka sadar konsekuensi terkenal. Semakin banyak lovers, semakin banyak pula haters.

4. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang disiplin. Kita dipengaruhi oleh orang-orang terdekat kita. Sadari itu.

5. Miliki coach/mentor/pelatih. Seorang coach akan membantu Anda akuntabel, konsisten, dan disiplin. Biaya yang Anda keluarkan untuk membayar seorang coach jauh lebih murah daripada disiplin yang terbentuk setelahnya.

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)