Hidupku Bukanlah Hanya Diriku dan Milikku

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Setiap hari aku terbangun dari lelapnya tidur dengan sebuah kehidupan baru,
setiap saat dengan dada membusung aku katakan : “ini hidupku”,
dan karenanya aku tidak ingin orang lain masuk dan mencampurinya,
aku ingin bebas melakukan apa saja yang aku mau,
aku ingin dapat melakukan apa saja yang aku suka,
karena ini adalah hidupku sendiri,
tanpa pernah menyadari kalau hidupku ternyata bukan hanya diriku dan milikku seorang sama sekali.
Hidupku adalah berhubungan erat dengan ibuku,
karena dia telah mengandung, melahirkan dan menyusuiku,
dia mengisi hatiku dengan cintanya,
dan menampung air mataku dengan tangan sucinya,
karena dia berjanji akan berjalan disampingku sampai akhir hayatnya.
Hidupku adalah berhubungan erat dengan ayahku,
karena dia menjaga dan melindungiku sejak kanak-kanakku,
dia membuatku bisa hidup dan berkembang,
dengan pengorbanan dimana dia tidak bisa selalu berada di dekatku,
tapi dia berjanji selalu ada untuk mengangkatku saat terjatuh.
Hidupku adalah berhubungan erat dengan saudara-saudariku,
karena mereka mencintaiku seolah aku merupakan bagian dari diri mereka,
menangis dan tertawa bersamaku.
Hidupku adalah berhubungan erat dengan istriku(suamiku),
karena aku telah berjanji kepada Tuhan dan didepan altar,
bahwa aku akan bersamanya selama jantungku masih berdenyut,
karena untuk aku, dia telah meninggalkan dunianya jauh di belakang,
hidup, bernafas, tersenyum, dan bersedih denganku.
Hidupku adalah berhubungan erat dengan anak-anakku,
karena Tuhan pernah berbisik kepadaku : “Kutitipkan kepadamu dan buktikan cintamu kepada-Ku lewat keberadaan mereka”,
karena anak-anakku selalu menungguku kepulanganku.
Hidupku adalah berhubungan erat dengan sahabat-sahabatku,
mereka yang menanyakan kabarku,
mereka yang tersenyum padaku,
mereka yang mau menampung bebanku,
mereka yang menepuk pundakku,
mereka yang memintaku berhenti melakukan perbuatan buruk,
mereka yang bahagia denganku,
mereka yang mentertawai kebodohanku,
mereka yang selalu mengharapkan kehadiranku,
mereka yang berjalan di sampingku,
mereka yang mengatakan aku mencintaimu dan menyayangimu,
karena kesedihanku akan menjadikan hari terasa suram bagi mereka,
dan kegembiraanku akan menjadi penambah semangat bagi mereka,
karena sakitku akan terasa sakit juga bagi mereka,
dan senyumku akan menjadi senyum mereka pula.
Betapa bodohnya bila dalam hidupku,
aku menganggap hidupku hanya diriku dan milikku sendiri,
padahal setiap detik hidupku adalah berhubungan erat dengan mereka yang mencintaiku dan menyayangiku,
berhubungan erat dengan mereka yang menungguku,
dan berhubungan erat dengan mereka yang pernah, sekarang dan akan selalu ada dalam hidupku.
Hidup ini begitu indah, maka buatlah menjadi lebih indah dengan melakukan segala sesuatu yang indah buat semua orang.

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)