Jangan Baca jika Anda tidak mencintai Ibu Anda

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

 

Ketika ibu saya berkunjung, Ia mengajak saya untuk
berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru.
Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama
dengan orang lain,
Dan saya bukanlah orang yang sabar,
tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke
pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita,
Dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan
Mengembalikan semuanya.

Seiring hari yang berlalu, Saya mulai lelah dan ibu
saya mulai frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi.

Ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik
terdiri  dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian
tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya. Maka untuk kali ini
saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti
pakaian.

Saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut,
dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.

Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan
oleh penyakit radang sendi. Dan sebab itu dia tidak dapat
melakukannya.

Seketika ketidaksabaran saya digantikan
oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.

Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air
mata yang keluar tanpa saya sadari.
Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya
kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir.

Tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat
terlupakan dari ingatan saya.
Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja
kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan
terbayang tangan ibu  Saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah
menyuapi saya, memandikan saya,
memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan
terlebih dari semuanya,
berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah
menyentuh hati saya  Dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya,
mengambil tangannya, menciumnya… Dan yang
membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi
saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia
ini.

Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya
dapat melihat dengan mata baru.

Betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang
penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa
suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya
tersendiri.

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan
Tuhan yang begitu Agung,
tetapi tak satu pun yang dapat menandingi  keindahan
tangan Ibu…

With Love to All Mother
‘ JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI
KEPADA  ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT  MENCINTAI
DAN MENYAYANGI IBUNYA ‘

Note : Berbahagialah yang masih memiliki Ibu.
Dan lakukanlah yang terbaik untuknya..

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)