Jangan Lepaskan Cinta

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

 

Cerita saya ini hanyalah sebuah cerita biasa dari kehidupan seorang
wanita. Saya membagi cerita karena ingin membagi kebahagian yang telah
saya dapatkan dalam kehidupan. Saya dilahirkan dari sebuah keluarga
pekerja keras.

Papa adalah seorang pengusaha yang berhasil. Sejak kecil, saya lebih
dekat dengan Papa, hal itu membuat saya menjadi seperti seorang
laki-laki. Bukan dalam penampilan, tapi dari cara berpikir dan cara
mengambil keputusan dan cara saya berbuat. Dan sayapun seorang pekerja
keras seperti Papa. Dengan bekerja keras dan adanya emansipasi, saya
berhasil memiliki semua yang saya inginkan dalam hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya agak nakal, keras kepala dan suka
berganti pacar dan mencoba sesuatu yang baru. Saya mempunyai jiwa
petualang layaknya seorang laki-laki mungkin karena dekat dengan Papa
saya.

Pada suatu kegiatan, saya bertemu dengan seorang pria, yang kemudian
menjadi suami saya. Calon suami saya itu sebenarnya bukan type ideal
saya. Saya melihat banyak kekurangan darinya karena dia tidak seperti
layaknya laki-laki yang saya idamkan sebagai laki-laki ideal. Tapi ada
hal yang menarik darinya dan sayapun tidak tahu itu apa, yang membuat
saya senang bersama dengan dia. Dan anehnya kami pun berpacaran.

Pacaran kami tidak seindah seperti layaknya cerita cinta Cinderella.
Kami sering bertengkar, kami sering saling menyakiti satu sama lain.
Mungkin calon suami saya tersebut malu karena dia tidak memiliki
banyak hal seperti yang saya miliki. Dia sangat angkuh dan sombong
seakan-akan dialah orang yang paling pintar diantara kami berdua.

Kamipun seperti kucing dengan tikus, selalu bertengkar sehingga
kamipun berpisah, walaupun kami kembali pacaran lagi. Yang terjadi
kemudian adalah kami menjadi putus dan sambung berulang kali. Sayapun
lelah dan menjadi sangat membenci dia lalu memutuskan untuk
meninggalkannya. Lagipula keluarga saya tidak menyukainya karena
dianggap hanya akan mengambil keuntungan materi yang keluarga kami
miliki.

Sayapun mencoba menjalin hubungan dengan pria lain. Ketika gagal, saya
mencoba pria lain lagi dan begitulah seterusnya. Satu hal yang saya
tidak mengerti kenapa saya selalu mengingat pada calon suami saya tsb.
Begitulah saya melewati hari-hari dalam tahun-tahun yang berlalu dalam
kehidupan saya.

Waktu berjalan dan secara kebetulan sayapun bertemu dengannya lagi
disuatu kota. Dia mengajak saya untuk meluangkan waktu luang bersama.
Sayapun setuju walaupun sebenarnya saya sangat enggan karena mengingat
rasa benci saya kepadanya dan sikapnya yang angkuh dan sombong.

Kamipun bertukar cerita tentang kehidupan kami masing-masing. Saya
melihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan seorang pria ketika
bercerita tentang keinginannya dan bagaimana menjalani hidup dengan
kesendiriannya. Sampai pada akhirnya kamipun bernostalgia tentang
hubungan kami. Saya melihat perubahan wajah padanya, matanya
seakan-akan menerawang dengan kosong. Tiba-tiba saya melihat wajahnya
seperti seorang yang tak berdaya. Saya tidak melihat lagi keangkuhan
dan kesombongan dari seorang pria dalam dirinya, yang saya rasakan
kelembutan hati seorang pria.

Saya melihat dia hanyalah seorang manusia biasa yang mencoba bertahan
tegar dalam masalah-masalah yang dihadapinya. Saat itu juga saya
menyadari, bahwa dia tidaklah seangkuh dan sesombong yang selama ini
saya rasakan. Saya bisa merasakan sedih yang dia rasakan ketika saya
memutuskan untuk berpisah dengan dia. Saya baru menyadari bahwa dia
sudah merasa tidak mampu membuktikan betapa dia sangat mencintai saya.

Ketika saya kembali ke hotel, sayapun menangis dan menyesali semua
kebodohan yang telah terjadi. Saya kehilangan calon suami saya karena
saya menginginkan dia sesuai dengan apa yang saya inginkan, dan ketika
dia tidak mampu seperti yang saya inginkan, saya pun marah dan
membenci dia tanpa melihat diri saya sendiri apakah saya juga mau
berubah seperti apa yang diinginkan olehnya. Saya tidak bisa melihat
dia sebagai seorang yang sempurna dengan kekurangan dan kelebihan yang
dimiliknya dan saya tidak menyadari bahwa dia telah berubah seperti
kemauan saya dengan semua kemampuan dia.

Sayapun jadi membenci diri saya karena tidak mampu melihat begitu
banyak hal baik yang diberikan olehnya untuk membahagiakan saya. Saya
tidak mampu melihat kebahagian dan tawa yang diberikan olehnya dalam
hidup saya. Kemudian saya akhirnya menyadari, apa yang saya suka
darinya yang tidak mampu diberikan oleh pria lain adalah dia telah
membuat hidup saya seperti alunan nada yang indah. Terkadang, nada itu
sangat tinggi sehingga menyayat hati, terkadang sangat rendah sampai
tidak bisa di dengar kemudian mengalun dengan cepat dan penuh dentaman
tetapi penuh keriangan.

Calon suami saya bukan seperti pria lainnya. Dia mengajar saya melihat
dengan cara yang berbeda. Kejujuran dia kadang menyakitkan hati saya,
tapi itulah yang membuat saya mencintai dia, karena dia mau mencintai
saya dengan cara yang berbeda dengan pria lain. Dia ingin agar saya
menjadi lebih baik.

Dan sayapun melihat bahwa dia sama seperti Papa saya, seorang
laki-laki yang tahu apa yang diinginkan dalam hidupnya dan mau
berjuang untuk cita-citanya. Saya memutuskan mengajaknya bertemu dan
saya pun melamar dia. Suami saya kaget tapi dia menerima lamaran saya.
Saya menangis bahagia dan untuk pertama kali saya melihatnya menangis.
Saya bahagia karena saya telah menyia-nyiakan cinta saya selama ini
dan ketika saya memutuskan untuk merengkuh cinta itu kembali, cinta
masih berpihak pada saya. Dan itulah keputusan paling gila yang saya
lakukan dalam hidup saya.

Saya mendapat banyak cobaan untuk cinta yang saya inginkan terutama
dari keluarga saya, tetapi saya tetap percaya pada cinta. Memang saya
tidak mendapatkan semua yang saya inginkan dalam hidup, tetapi saya
mendapatkan satu hal yang paling indah dan berharga yang dapat
diberikan oleh kehidupan yang tidak mungkin saya tukar dengan apapun.
Saya mempunyai keluarga dan anak-anak yang membuat saya bisa ketawa
dan bisa menangis, bisa membuat saya senang dan marah, tapi itulah
kehidupan. Dan seperti itulah kehidupan semestinya di jalani.

Saat ini sebagai wanita, sayapun menyadari bahwa saya memang diambil
dari tulang rusuk laki-laki. Dan saya sadar bahwa Pria adalah mahluk
paling sempurna yang di ciptakan Allah. Pria adalah mahluk yang paling
tegar tapi juga paling sensitif setelah saya menyadari bahwa sebagian
besar perancang busana, juru masak, ahli seni, arsitek, akuntan dll
adalah pria. Mereka, kaum pria mampu kelihatan tegar dan keras di
depan orang banyak bahkan mungkin di depan wanita yang dicintainya
tapi hatinya tetap sensitif melebihi wanita.

Saya selalu mengutamakan kepentingan suami dan anak-anak saya. Saya
mau mengorbankan karir dan keinginan saya pribadi. Ketika saya
mengorbankan kepentingan pribadi demi cinta, saya memperoleh lebih
dari yang saya inginkan, karena saya mendapatkan seorang suami yang
selalu mempunyai waktu untuk selalu berbagi. Suami yang mau mengajak
saya jalan berdua di malam hari, mencuci piring bersama dan memberi
kejutan-kejutan yang menyenangkan hati saya di kala gundah.

Hampir tiap hari saya bertengkar dengan suami saya. Dari hal kecil
masalah pakaian dan belok kiri atau kanan ketika jalan, sampai masalah
besar seperti suami saya yang memilih jalan dengan teman-temannya
daripada ke rumah orang tua yang membuat saya membenci dia lalu kami
diam bermusuhan selama beberapa hari. Terkadang kami bertengkar karena
suami saya melakukan sesuatu yang saya tidak suka tanpa mau menyadari
bahwa apa yang dibuat oleh suami saya adalah untuk kebaikan saya. Tapi
itulah cinta ketika saya merasa saya tidak malu menunjukkan diri saya
apa adanya ke suami saya. Dan semua pertengkaran itu tidak ada artinya
dibanding kebahagiaan dan kedamaian yang mampu suami saya berikan.

Saya dapat tidur dengan tenang karena suami saya akan memeriksa
anak-anak kami dan semua pintu dan jendela pada malam hari. Ketika
saya berpura-pura tidur dengan sembarangan maka suami saya akan
merapikan selimut saya dan menyingkir agar saya tidur tenang. Suami
saya akan membereskan berkas-berkas di meja saya agar saya bisa
langsung berangkat ke kantor dan jika ada yang ketinggalan suami mau
memutar balik kendaraan kami walaupun dia tetap marah. Tapi apapun
yang terjadi kami tetap bersama bukan karena kami diikat dalam sebuah
pernikahan tetapi kami mengikatkan diri dalam cinta kami.

Saya dapat bertengkar dengan hebatnya tanpa takut karena saya yakin
cinta kami lebih besar dari keegoisan kami masing-masing. Apa yang
ingin saya sampaikan kepada anda semua kaum wanita adalah hal yang
sederhana.

Pertama adalah salah ketika anda berpikiran anda akan berhasil meraih
karir atau cita-cita pribadi anda dengan hidup sendiri dengan alasan
apapun, karena sudah tertulis bahwa manusia hidup berpasangan. Karena
setiap pria dan wanita akan saling memberi dan saling berbagi.

Kedua, kehidupan berkeluarga itu sangat rumit dan kompleks, jauh
melebihi mengurus perusahaan-perusaha an, karena tidak ada struktur
organisasi, SOP, manajemen tertulis dll. Bisa anda bayangkan anak anda
yang tidak mau menurut perintah anda, tetapi anda tidak bisa memecat
dia atau pun ketika anda sedang capek dan tiba-tiba suami anda
bertanya dimana kaos dalam di taruh dan anda tidak bisa menggantung di
pintu anda tulisan “Jangan diganggu, lagi sibuk” karena anda satu
kamar dengan dia atau anda harus mengeluarkan dana non budget hanya
karena tembok anda di coret-coret oleh anak anda tanpa bisa
mengeluarkan Surat Peringatan.

Tetapi kalau anda bisa mengatasi dan menikmati kehidupan keluarga anda
dan mampu belajar dari kehidupan berkeluarga, maka percayalah anda
akan menjadi wanita yang berhasil. Tidak ada wanita yang berhasil dan
terkenal dalam dunia ini yang hidup sendirian. Semua wanita yang
berhasil selalu mempunyai keluarga yang baik, karena wanita lah yang
mengatur sebuah keluarga. Dan saat itulah anda akan menyadari kenapa
wanita diambil dari tulang rusuk pria. Bahkan saya berbagi cerita ini
untuk wanita-wanita yang menginginkan semua hal yang terbaik dalam
dirinya. Saya tetap seorang isteri yang menyiapkan pakaian suami saya,
menyiapkan makan di rumah saya dan segala sesuatu dalam rumah tangga
saya. Dan jika saya harus memilih, maka saya memilih keluarga saya
dibanding dengan karir saya yang terkenal.

Akhir kata, jika anda percaya sudah menemukan cinta anda dan pasangan
hidup anda, berjuanglah mendapatkannya dan jangan lepaskan cinta anda.
Mungkin jalan cerita cinta anda tidak semulus cerita teman anda atau
orang tua anda, tetapi ketika anda mau berjuang demi cinta anda, anda
akan melihat dalam cinta, segala sesuatu akan tampak lebih indah.
Jangan terpaku pada hal-hal kecil, nasehat saya, jika anda mampu
menghitung semua kesalahan dan sikap dia yang membuat anda benci pada
pasangan anda, percayalah anda tidak akan pernah sanggup menghitung
kebaikan, tawa dan kebahagiaan yang dia berikan pada anda dan itulah
cinta.

Hidup itu indah bukan karena jalan yang harus kita lalui itu mudah
tetapi karena jalan kehidupan itu berat dan berliku kadang menanjak
dan menukik turun dengan tajam dan bergelombang dan akhirnya anda akan
merasa bahagia tanpa mengingat apa yang telah anda lalui jika anda mau
tetap teguh dengan cinta anda. Saya tidak mau anda mengalami hidup
seperti saya yang telah menyia-nyiakan cinta saya karena ke egoisan
saya. Terkadang kita baru menyadari sesuatu itu begitu berharga ketika
kita kehilangan.

Diantara semua yang ada didunia, maka cintalah yang paling terbesar.
Saya adalah seorang CEO di salah satu perusahaan terbesar di Amerika
bahkan di dunia. Dan saya lebih bangga menyebut diri saya sebagai
seorang isteri dan ibu yang bahagia karena untuk itulah Allah
menciptakan saya di dunia ini.

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)