Kaca Cermin yang Pecah

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)


Ada seorang pemuda setelah mengikuti
tiga kali ujian baru bisa diterima di sebuah
universitas, karena sibuk dengan usaha dagangnya,
pelajaran kuliah telantar, maka dianjurkan
mengundurkan diri oleh pihak kampus. Setelah kuliahnya
putus di tengah jalan dia mencurahkan semua tenaganya
ke dalam bisnis. Namun nasibnya selalu kurang
beruntung, beberapa tahun telah lewat dia jatuh dalam
keadaan melarat patah semangat.

Pada suatu hari dia pergi menemui seorang teman
menceritakan duka citanya, unek-unek yang di dalam
hatinya semua dikeluarkan, temannya berdiam terus
mendengarkan. Setelah selesai bercerita dia lalu
berdiri di depan kaca cermin, memandang rupa wajah
diri sendiri yang layu di dalam cermin, dia menggerutu
seorang diri: "Mengapa hidupku selalu dalam
kehancuran?" Tiba-tiba temannya yang bertahan diam
mengambil sebuah bangku memukul kaca cermin hingga
pecah hancur! Dia terkejut dan melongo melihat pecahan
kaca cermin yang berhamburan di lantai, dengan rasa
bingung menatapi temannya.

Temannya berkata: "Coba lihat di dalam setiap pecahan
kaca bukankah terlihat wajahmu yang utuh? Kamu bukan
karena kaca cermin pecah lalu juga menjadi hancur
bukan!"

Memandang wajah diri sendiri di dalam pecahan kaca
yang di atas lantai, dia merasa pukulan bangku
temannya menghancurkan konsep yang sudah menjadi
pembawaannya, pada saat itu dia tiba-tiba menyadari:
Sebenarnya hidup bagaikan kaca cermin yang saya hadapi
ini, biar pun berantakan bagaimanapun, di setiap hari
yang redup atau cerah bahagia, Anda selalu adalah
utuh. Makna hidup tidak berada pada bentuk hidup yang
dipaksakan pada Anda, melainkan adalah di dalam
keadaan hidup bagaimanapun, Anda tetap bisa hidup
dengan memperlihatkan jati diri yang benar-benar dan
utuh.

(Sumber: Dajiyuan)

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)