Kecantikan Bukan Segalanya

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

 

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke
rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu.
Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani
keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan
untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya. Suatu saat
perempuan itu berkata padanya, “Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung,
pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status
bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tapi lelaki itu malah
menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.”
Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka.
Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang
luar biasa.

Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki
itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha
melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang
bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam
dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa
yang melupakan aku pada fisik.” Begitulah cinta ketika ia terurai jadi
perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam
hati.terkembang dalam kata. terurai dalam perbuatan.Kalau hanya berhenti
dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti
dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata. Kalau
cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon;
akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai
dalam perbuatan.

Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan
dibuktikan oleh amal.Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita
temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari
pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi
yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang
yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.
Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah
pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini
adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan
cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang
dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan
untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan
dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai dlm perbuatan akan berakhir
pada perpisahan yg tidak diinginkan. Jika kita memiliki kesempatan utk
menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa
saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk
orang banyak.

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)