Ketika aku muda

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

“Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.
Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku.
Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku.
Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.”

“Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.”

Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri.
Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri.
Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya…bahwa ENGKAU BERHARGA DI MATA TUHAN..!!!

Kita belajar mencintai dan menghargai sesuatu yg tak sempurna dgn cara yg sempurna..!

Marilah kita mulai hari ini dengan sesuatu yg lebih baik dari kemarin…
Tetap semangat…

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Never mind Bung….kita juga mintak maaf.kita cuma mengingatkan aja dengan alasan untuk menghargai yang punya tulisannya dan tanggapan anda sangat bijak.Niat Anda untuk berbagi luar biasa bung!!!!!!Kami semua mendukung anda.Maju terus…..

maaf sobat.. sy tidak tahu siapa yg tulis content ini. sy dapat dari teman yang kirim ke bb sy. en karena sy merasa ini sgt menarik. maka sy masukkan ke website sy agar bisa memberi manfaat kepada orang lain. mengenai siapa yg pertama kali mempublish content ini, sama seperti content2 yg lain, sy tidak men chek sedetail itu. trims atas supportnya.. 🙂

Bung…sebaiknya,di cantumkan artikel tu di siapa penulisnya atau sumbernya darimana,jangan asal copas aja punya orang dan hargai milik orang.setau saya artikel itu adalah penyesalan seorang imam yang di tulis di batu nisannya sendir tanpa nama di Anglican (Westre Abby)di inggris.tks

en maaf sekali lagi. krn sy tidak setiap hari sempat untuk cek admin website ini. maka kadang tidak semua coment bisa saya balas langsung pada hari yang sama. trims sekali lagi. 🙂