Sebenarnya,ketika kita menolong org lain, kita juga sedang menolong diri kita sendiri.

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Seorang sedang mendaki gunung bersalju. semakin ia mendaki, ia merasa kakinya makin lama semakin beku.
Ia ingin sekali berhenti dan berbaring di salju. Namun,ia sadar jika ia berhenti mendaki dlm ondisi seperti itu maka itu berarti kematian.
Sementara ia berjuang utk terus berjalan , kaki nya terantuk sebuah gundukan, ternyata, gundukan itu adalah tubuh manusia.

Ia lantas membalik org itu, ternyata dia masih hidup, dgn sisa tenaga Ia mengangkat org tsb dan menaruhnya di punggungnya dan kembali melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian ia mulai berkeringat dan merasakan aliran darahnya mulai mengalir lebih lancar , demikian pula dgn org yg ditolongnya, ia telah sadar dari pingsan nya dan mengucapkan terimakasih kpd sang pendaki yg telah menyelamatkannya.
“saya juga berterima-kasih kpd Anda, Sebenar nya ketika saya menolong Anda tadi, saya juga telah menyelamatkan nyawa saya sendiri”.

Sebenarnya,ketika kita menolong org lain, kita juga sedang menolong diri kita sendiri.
Pertanyaannya adalah; brp banyak dari kita yg mau melakukan nya?
Brp banyak dari kita yg mau menolong sesama ?

umumnya kita akan berpikir.”saya saja sedang susah, knp hrs pusing2 menolong dan memperhatikan org lain?”

padahal,ketika kita menghibur teman, kita sebenarnya sedang menguatkan diri sendiri.
Ketika kita berkorban waktu,tenaga,dan uang, kita pun sedang memberkati diri kita sendiri krn org yg menabur pasti akan menuai.

Jadi,tebarkan hal2 yg positif dan bersiaplah utk meraih hal2 yang terbaik .

Selamat berbuat kebaikan bagi sesama

Salam Kebajikan,
Adm10

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)