Pepatah mengatakan, ” harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan NAMA..”

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Suatu hari seorang anak menangis tersedu” saat pulang dari sekolahnya. Melihat itu, dngn penuh kasih sayang, ibunya mendatangi si bocah dan bertanya apa yg terjadi. Si bocah hanya diam sembari mengucurkan air mata. Ia kemudia menyerahkan selembar surat yg menurut gurunya hrs segera diberikan kepada ibunya.

Si ibu segera membuka surat itu, ternyata surat itu menjawab pertanyaannya. Inilah isi surat itu, ” karena anak anda terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran serta menghambat kemajuan proses belajar disekolah, demi rasa tanggung jawab kami kepada murid” lain, maka kami sangat mengharapkan agar anak anda secara terhormat menarik diri sendiri dari sekolah”. Rupanya sblm diberikan surat itu, si anak sudah diberi tahu oleh gurunya agar esok hari tak perlu masuk sekolah lagi. Hal itulah yg membuatnya menangis.

Ibunya yg seorang guru jg tidak tinggal diam, ia berupaya agar anaknya bisa sekolah lagi. “Kalau sekolah tak mau menerimamu lagi, jangan khawatir nak, ibumu pasti bisa menjadi guru yg baik untukmu…”

Sejak saat itu si bocah diajari berbagai hal oleh ibunya. Hal itu membuat si bocah berkembang menjadi anak yg pny keingintahuan sangat besar.

Tumbuh dngn kasih sayang orang tuanya, si bocah makin senang bereksperimen apa saja. Meski gagal berkali”, ia terus mencoba dan mencoba lagi. Kasih sayang ibunya membuat ia menjadi anak yg pny prinsip dan tidak takut gagal.ia terus maju…dengan sifat keingintahuannya, ia belajar terus menerus, si bocah kini dikenal sebagai salah satu ilmuwan yg mampu mengubah dunia.. Dialah THOMAS ALFA EDISON, penemu bola lampu.

Pepatah mengatakan, ” harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan NAMA..”

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)