Dia pikir dia hebat karena bisa bicara kasar… kenyataannya dia hanya mempermalukan diri dia sendiri.

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)
 
Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui Sang Kakek.
Dia mendamprat Kakek dengan kata-kata kasar. Sang Kakek mendengarkanya dengan sabar, tenang, dan tidak berkata sepatah pun.
Akhirnya lelaki itu berhenti memaki. Setelah itu, Kakek bertanya kepadanya,”Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” “Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab orang itu.
”Begitu pula dengan kata-kata kasarmu,” timpal Kakek .”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu adalah milikmu.
Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan.
Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya.
Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”

Lelaki itu mendengarkan Sang Kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian pergi.

Kita tidak bisa mengotori langit (Meludah ke langit)

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)