Orang yang Mati Karena Perasaannya

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)


(Erabaru.or.id) - Sebuah perusahaan kereta api mempunyai seorang
karyawan bernama Nick, dia sangat serius dengan pekerjaannnya, juga
penuh tanggung jawab dalam bekerja, namun dia mempunyai sebuah
kekurangan yaitu dia sangat pesimis terhadap kehidupan, sering kali
berpikir negatif dalam memandang dunia ini.

Pada suatu hari semua karyawan perusahaan tersebut bergegas untuk
memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada bosnya, semuanya telah
pergi agak awal dengan tergesa-gesa. Malangnya, Nick tanpa sengaja
terkurung dalam sebuah lemari es besar di kereta. Nick dengan sekuat
tenaga terus mengetuk lemari es dan berteriak, malangnya semua
karyawan perusahaan itu telah pergi, sama sekali tidak ada orang yang
bisa mendengarnya.

Telapak tangan Nick sampai merah dan bengkak mengetuknya, dan
kerongkongannya menjadi serak dan kering, namun tidak ada juga orang
yang memperhatikannya, akhirnya ia hanya bisa kesal duduk di atas
lantai lemari es meredakan napasnya. Semakin dipikirkan dia semakin
takut, dalam hati berpikir: suhu lemari es hanya 0 F, jika tidak
keluar juga, pasti bisa mati kedinginan dan kehabisan udara didalam.
Lalu mau tidak mau dia dengan tangan yang gemetar, mencari pulpen dan
kertas, untuk menulis surat wasiat. Pada hari kedua di waktu pagi,
karyawan perusahaan mulai berdatangan masuk kerja. Mereka membuka
lemari es, dan secara mengejutkan menemukan Nick jatuh pingsan di atas
lantai. Saat mereka akan membawa Nick untuk diberikan pertolongan
darurat, sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.

Saat lemari es diperiksa, semuanya menjadi sangat terkejut, karena
power pendingin lemari es tidak diaktifkan (lemari es tidak
dinyalakan), lemari es raksasa ini juga memiliki oksigen yang cukup,
yang lebih membuat orang merasa heran adalah, suhu dalam lemari hanya
berkisar 61 F, namun di luar dugaan Nick menjadi mati (kedinginan)!

Sebenarnya, semangat barulah sumber kekuatan, yang benar-benar
mengalahkan diri kita hanya perasaan kita sendiri. Apabila tekad telah
hilang, berarti segalanya juga tiada lagi.

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)