Pisang…..again

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Pisang, Cara Baru untuk Berdiet
Jum’at, 24 Oktober 2008 | 09:29 WIB

TEMPO Interaktif, Tokyo: Bagi Anda yang jenuh melakukan berbagai cara
untuk berdiet, mengapa tidak mencoba satu lagi jurus diet yang kini
sedang ngetren di Jepang?

Teknik diet teranyar yang dikatakan dapat menurunkan berat badan
dengan wajar dan tidak mendatangkan stres itu dinamakan “Diet Pisang
Waktu Pagi”, demikian yang dilaporkan surat kabar Sydney Morning
Herald.

Caranya simpel: santaplah sebiji pisang (boleh lebih) saat sarapan
pagi, kemudian makan apa saja yang Anda suka saat makan siang atau
makan malam (sebelum jam 8 malam). Makanan ringan jam tiga sore
boleh-boleh saja, tapi jangan ada makanan penutup setelah makanan
utama, serta Anda harus tidur sebelum tengah malam.

Kiat ini bisa jadi merupakan cara paling mudah untuk diikuti di dunia.
Bahkan, kepopuleran diet tersebut menyebabkan muncul satu masalah
lagi, yaitu berkurangnya persediaan pisang yang dihadapi oleh negara
Matahari Terbit itu.

Akibatnya, harga pisang meningkat, namun permintaan untuk buah itu
tidak menunjukkan tanda menurun dan lebih 600 ribu salinan buku
mengenai diet tersebut laris manis bak kacang goreng.

Kegilaan ini mencapai tahap baru bulan lalu ketika sebuah stasiun
televisi di Tokyo menayangkan program televisi yang menunjukkan bekas
penyanyi opera Jepang yang gemuk, Kumiko Mori, kehilangan tujuh
kilogram berat badan selepas mengikuti diet tersebut.

Diet itu dicetuskan Sumiko Watanabe, pakar farmasi asal Osaka, yang
begitu berminat dengan perobatan herbal Cina. Sumiko, yang juga dosen
di Universitas Tokyo, pada mulanya ingin mencari cara diet yang
efektif bagi Hitoshi, suaminya.

Setelah enam bulan menyantap pisang di pagi hari, Hitoshi makin
langsing dengan berat badan 59 kilogram daripada sebelumnya yang
mencapai 72 kilogram.

Bobby Chandra

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/10/24/brk,20081024-141853,id.html

Gara-gara Diet Pisang, Jepang Kekurangan Stok Pisang
Jum’at, 24 Oktober 2008 | 13:53 WIB

TEMPO Interaktif, Osaka:Keiko sangat kecewa. Gadis manis berusia 21
tahun itu sudah sebulan ini berburu pisang untuk program dietnya. Dia
sudah keliling sejumlah toko dan supermarket di kotanya di Jepang,
tapi selalu kehabisan stok. “Tiap hari saya mendatangi supermarket OK
tapi sudah sebulan ini tak ada pisang di rak-rak di toko,” katanya
kesal.

Akai sebenarnya tidak <I>ndut-ndut<I> amat. Berat badannya cuma 45
kilogram. Badannya langsing, itu berkat hobi renangnya. Roknya pun
kecil, dia memakai Zara ukuran terkecil, XS. Dia sebenarnya tak butuh
diet. Tapi mahasiswi itu ingin mengikuti tren yang sedang mengguncang
Jepang: diet dengan sarapan pisang. Akai mendengar banyak artis yang
sukses dengan diet cara mudah ini. Itu membuat stok pisang di Jepang
benar-benar tandas

“Toko-toko besar kini tidak ada stok pisang setelah jam 12.00 atau jam
15.00, walau itu supermarket Ito Yokado (jaringan pasar swalayan besar
di Jepang),” kata Tomoyuki Horiuchi, perwakilan penjualan Tokyo Seika
Boeki, importir buah-buahan terkemuka di Jepang, kepada Time.

Keadaan itu kata Tomoyuki sudah terjadi sejak empat bulan lalu.
Gara-garanya, apalagi kalau bukan tren diet pesang. Kini permintaan
pisang di Jepang meningkat 25 persen dan pemasok pisang tak bisa
memenuhinya. “Ini keadaan darurat,” kata Hiromi Ohtaki dari Dole
Japan, impotir buah-buahan di negeri tu. “Kami telah menjalankan
bisnis selama 40 tahun, tapi baru kali ini terjadi.”

Rezim diet sarapan pagi pisang sebenarnya sederhana saja: sarapanlah
dengan pisang (sebanyak yang anda suka) dan minur air putih yang tak
dingin. Lalu, siang dan malam makan normal seperti biasa. Pukul 15.00
boleh diselingi dengan snack, tpai jangan menyantap makanan penutup di
malam hari. dan tidurlah sebelum tengah malam.

Sumiko Watanabe, ahli farmasi di Osaka, adalah penemu diet ini. Dia
merancang proram ini untuk suaminya, Hitoshi Watanabe. Lelaki ini
telah turun 15 kilogram dengan diet ini.

Keberhasilan diet Watanabe ini menyebar lewat jejaring sosial di
internet. Buku Diet Sarapan dengan Pisang juga meledak, laku 730 ribu
buku dan sudah diterjemahkan ke bahasa Korea dan Taiwan.

Program ini juga makin popular setelah ditayangkan di televisi yang
menyodorkan kesaksian seorang penyanyi yang turun 7,5 kilogram dalam
enam pekan. Sehari setelah ditayangkan, stok pisang di supermarket
habis diserbu.

BS

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)