Radang Tenggorokan

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Oleh: Andryan

MUSIM pancaroba yang semakin ekstrim sekarang ini, dapat menyebabkan sistem imun kita melemah hingga tubuh pun rentan terserang penyakit, salah satunya yakni radang tenggorokan.

Penyakit yang masih dianggap biasa ini ternyata mampu mempengaruhi organ sekitarnya, susah menelan, badan panas, demam, suara serak, kadang disertai flu suhu tubuh meningkat, batuk, susah napas dan hidung tersumbat merupakan gejala umum yang kerap dira-sakan kala tenggorokan me-radang.

Sakit di tenggorokan saat sedang menelan adalah pertanda daya tahan tubuh sedang turun. Faring atau tenggorokan adalah salah satu bagian saluran pen-cernaan. Faring merupakan suatu tempat diantara rongga mulut dan esofagus. Bagian bawah faring berfungsi sebagai saluran udara dan makanan.

Faring memegang peranan penting dalam proses menelan makanan. Berbagai jenis gang-guan bisa saja terjadi pada tenggorokan/faring. Gangguan yang terjadi pada tenggorokan pada umumnya berupa pera-dangan tenggorokan (faringitis). Radang pada tenggorokan biasa-nya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Bakteri penyebab faringitis adalah kelompok beta-hemolitik streptokokkus A, My-coplasma dan Chlamydia.

Sekitar 80 persen sakit teng-gorokan disebabkan virus yang menyerang di kala tubuh sedang letih atau tak prima. Tak hanya itu, kebiasaan yang tak sehat juga dapat memicu timbulnya iritasi pada tenggorokan, misalnya merokok, polusi udara, dan minuman beralkohol.

Faringitis juga dapat terjadi karena menghirup bahan-bahan kimia yang secara langsung menyebabkan iritasi pada teng-gorokan. Radang tenggorokan/faringitis banyak dialami oleh orang yang tinggal atau bekerja di tempat yang berdebu, atau lingkungan yang sangat kering, penggunaan suara yang berle-bihan. Panas yang kering saat musim dingin dan bernapas melalui mulut yang disebabkan penyumbatan hidung yang kronis juga menyebabkan tenggorokan kering dan sakit. Kebanyakan radang tenggorokan disebabkan oleh dua jenis infeksi yaitu virus dan bakteri. Sekitar 80 persen radang tenggorokan disebabkan oleh virus dan hanya sekitar 10-20 persen yang disebabkan bakteri. Untuk dapat menga-tasinya, penting untuk mengetahui infeksi yang dialami disebabkan oleh virus atau bakteri strep-tokokus.

Infeksi virus biasanya meru-pakan penyebab selesma (pilek) dan influenza yang kemudian mengakibatkan terjadinya radang tenggorokan. Selesma biasanya sembuh sendiri sekitar 1 minggu begitu tubuh Anda membentuk antibodi melawan virus tersebut. Pengobatan dengan antibiotik tidak akan efektif untuk mengobati infeksi virus.

Sebaliknya, pemberian anti-biotik dapat menimbulkan resis-tensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik. Saat kuman telah kebal terhadap antibiotik tersebut, bila antibiotik kita gunakan, akan tidak ampuh lagi dalam membunuh kuman. Aki-batnya, penyakit yang diderita tidak akan sembuh.

Radang tenggorokan atau faringitis adalah penyakit pera-dangan yang menyerang teng-gorokan atau faring. Penyebab radang ini bisa disebabkan oleh :

1.Virus coxsackie, bisa meng-hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari seiring dengan meningkatnya daya tahan tubuh. Virus yang masuk di dalam tubuh akan memengaruhi imunitas di dalam tubuh. Itu sebabnya, ketahanan tubuh menjadi faktor penting untuk menangkal segala “benda” asing yang masuk ke dalam tubuh.

Walaupun dipengaruhi daya tahan tubuh, pada umumnya virus akan mengalami masa inkubasi selama 5-7 hari. Sebaliknya, jika sistem imun memburuk hanya dalam waktu 1-5 hari, tubuh akan merasakan gejala-gejala ter-sebut.

Kenali gejala umum radang tenggorokan akibat infeksi virus sebagai berikut: rasa pedih atau gatal dan kering, batuk dan bersin, sedikit demam atau tanpa demam. Kemudian suara serak atau parau, hidung meler dan adanya cairan di belakang hidung.

2. Bakteri golongan strep-tococcus. Infeksi bakteri memang tidak sesering infeksi virus, tetapi dampaknya bisa lebih serius. Umumnya, radang tenggorokan diakibatkan oleh bakteri jenis streptokokus sehingga disebut radang streptokokus. Seringkali seseorang menderita infeksi streptokokus karena tertular orang lain yang telah menderita radang 2-7 hari sebelumnya.

Radang ini ditularkan melalui sekresi hidung atau tenggorokan. Bakteri golongan Streptokokus tersebut cenderung senang berada dalam hidung dan tenggorokan, sehingga ketika kita batuk, ngorok ketika tidur, atau bersalaman dengan orang lain, akan me-mudahkan penyebaran infeksi ke orang lain.

Gangguan radang tenggo-rokan lebih sering disebabkan oleh virus dibandingkan bakteri. Namun, keduanya akan menim-bulkan gejala yang sama, hanya radang tenggorokan yang dise-babkan oleh bakteri akan me-nyebabkan rasa nyeri di bagian tenggorokan. Streptokokus dise-but sebagai bakteri yang sering mengancam. Daya tahan tubuh yang melemah dapat memu-dahkan anda terinfeksi mikro-organisme. Radang streptokokus memerlukan bantuan dokter karena bila penyebabnya adalah kuman streptokokus dan tidak mendapat antibiotik yang me-madai maka penyakit akan bertambah parah dan kuman dapat menyerang katup jantung sehingga menimbulkan penyakit Demam Rhematik.

Kenali gejala umum radang streptokokus berikut: tonsil dan kelenjar leher membengkak, bagian belakang tenggorokan berwarana merah cerah dengan bercak-bercak putih, demam seringkali lebih tinggi dari 38 derajat celsius dan sering disertai rasa menggigil, sakit waktu menelan.

3. Penyebab ketiga yang menyebabkan peradangan teng-gorokan adalah alergi. Seseorang penyandang alergi akan lebih berisiko mengalami gangguan tenggorokan. Zat yang menye-babkan alergi disebut alergen seperti musim hujan, ruangan ber-AC, debu, makanan, dan minu-man akan turut memicu keluhan. Radang pada tenggorokan juga bisa disebabkan oleh banyak hal misalnya: imunitas dan infeksi, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang pedas, gorengan, air Es, makanan yang terlalu panas, kebiasaan merokok, atau disebabkan oleh sejenis virus atau kuman yang menyerang bagian tenggorokan.

Untuk itu, hal utama yang perlu diperhatikan adalah jangan me-ngabaikan makanan dan mi-numan yang masuk ke dalam tubuh. Pada mereka yang alergi terhadap makanan atau minuman tertentu akan menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Makanan terlalu asam, terlalu panas atau dingin, makanan-makanan yang terlalu bergetah atau minuman dingin sebaiknya dihindari untuk mencegah iritasi berkelanjutan.

Sedangkan infeksi bersumber dari kesehatan dan kebersihan mulut dan gigi yang tidak terjaga dengan baik, serta amandel. Ini karena tenggorokan merupakan bagian dari rongga mulut. Kurang menjaga kebersihan bagian mulut khususnya gigi dapat menye-babkan radang tenggorokan. Gigi yang busuk atau berlubang menjadi tempat berkumpulnya kuman penyakit. Kuman akan masuk ke dalam tenggorokan dan menyebabkan infeksi.

Sebagai akibat dapat pula muncul gejala-gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening di leher, panas demam, muntah-muntah, dan lain-lain. radang tenggorokan/fringitis biasanya berlangsung sekitar 3-10 hari. Sakit pada tenggorokan, tenggorokan terasa tersumbat secara konstan. Sakit dan terasa sukar saat menelan, menelan ludah biasanya lebih sakit dari-pada menelan makanan. Suara menjadi serak dan menjadi batuk. Mulut berbau kurang sedap, demam, sakit kepala, sakit pada otot dan sendi, dan keluar ingus.

Gejala dari radang teng-gorokan akut (masih baru) di an-taranya gejala nyeri tenggorokan, kadang-kadang disertai demam dan batuk. Sedangkan gejala radang tenggorokan yang sudah kronis (sudah berlangsung dalam waktu yang lama), biasanya tidak disertai nyeri menelan, tetapi terasa ada sesuatu yang meng-ganjal di tenggorokan.

Pengobatan radang tenggo-rokan, 1.banyak minum air putih hangat. 2.Berkumur dengan air garam hangat 3-4 kali sehari. 3.Banyak makan buah-buahan, 4.Istirahat yang cukup. 5.Hindari minuman, seperti jus jeruk atau minuman/makanan lainnya yang bersifat asam yang dapat mengi-ritasi tenggorokan anda, Jangan minum es, sirop, es krim, ma-kanan dan minuman yang didi-nginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan. 6.Hindari rokok/asap rokok/ minuman beralkohol. 7.Hindari konsumsi makanan yang berminyak/berlemak. 8.Me-naruh kompres hangat pada leher setiap hari. 9.Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif apabila anda terinfeksi oleh bakteri. Antibiotik yang digunakan con-tohnya amoxicillin, tetapi jika anda alergi terhadap amoxicillin, dapat digunakan antibiotik lain. Biasanya dokter meresepkan antibiotik untuk 5 hari. Habiskan antibiotik, walaupun setelah 4 hari anda merasa baikan, hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi dari bakteri.

10.Jika penyebabnya virus, maka tidak dapat diobati dengan antibiotik. Anda hanya akan diberi obat yang bersifat menghilangkan gejala, seperti menurunkan de-mam dan menghilangkan rasa sakit dengan menggunakan antipiretik (penurun demam) atau analgesic (penghilang rasa nyeri).

Beberapa pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi radang teng-gorokan antara lain : cukup beristirahat, berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari bagi perokok harus berhenti merokok, banyak minum dan hindari makanan yang dapat menyebabkan iritasi, minum antibiotik, dan jika diperlukan dapat minum analgesik. Tindakan pencegahan dilakukan dengan menghindari pemakaian pelem-bab udara yang berlebihan.

Tanaman obat yang dapat digunakan untuk perawatan dan pengobatan faringitis/radang tenggorokan mempunyai efek sebagai antiradang (anti-infla-masi), antibiotik, antibakteri, anti-infeksi, antihistamin/antialergi, dan meredakan rasa sakit (anal-getik). Hembing Wijayakusuma menuturkan ada beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digu-nakan untuk radang tenggorokan, antara lain : 1. Sambiloto (Andro-graphis paniculata Nees.) Efek : sebagai anti radang (anti-infla-masi), menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan beng-kak (anti-swelling), menurunkan panas (antipiretik).

2. Pegagan (Centella asiatica Urban.) Efek : sejuk, sebagai anti-infeksi, anti-bakteri, penurun panas (antipiretik), anti-toksik, diuretik.

3.Lidah Buaya (Aloe vera L.)

Efek : anti-radang (anti-inflamasi), meredakan rasa sakit (analgetik).

4. Daun Sambung Nyawa. Efek : anti-radang, menghi-langkan bengkak (antiswelling)

5. Daun Dewa (Gynura pseu-do china DC.)

Efek : sebagai anti-radang, meredakan rasa sakit (analgetik), membuyarkan bekuan darah, menghilangkan bengkak (anti-swelling).

6. Semanggi Gunung (Hydro-cotyle sibthorpioides Lam.)

Efek : anti-radang (anti-inflamasi), menghilangkan beng-kak (anti-swelling), antibiotika, penurun panas (antipiretik), menetralisir racun (detoxificans).

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)