Tertawa sejenak

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

 

Si kecil Leroy masuk ke dapur ketika ibunya sedang mempersiapkan makan
malam. Karena ulang tahunnya yang semakin dekat, maka dia berpikir
untuk memberitahu ibunya, hadiah apa yang dia inginkan. “Mama, saya
ingin sebuah sepeda!�, sahutnya.

Si kecil Leroy adalah seorang anak kecil yang sedikit nakal. Dia
sering berbuat kenakalan di di sekolah ataupun di rumah. Lalu ibu
Leroy balik bertanya, mengapa Leroy berhak mendapatkan sebuah sepeda
di hari Ulang Tahunnya.

Si kecil Leroy tentu saja berpikir bahwa dia berhak mendapatkan hadiah
Ulang Tahun sebuah sepeda. Ibu Leroy, sebagai seorang Kristen, ingin
agar Leroy merenungkan perbuatan apa saja yang telah Leroy perbuat
sepanjang tahun ini. “Pergi ke kamarmu dan renungkan semua
perbuatanmu di tahun ini. Lalu tulislah surat kepada Tuhan dan
beritahu Dia, mengapa kamu berhak mendapatkan sebuah sepeda untuk
Ulang Tahunmu tahun ini.�

Si kecil Leroy segera pergi naik ke kamarnya dan mulai menulis surat
kepada Tuhan…

Surat pertama :

Hello Tuhan,
Saya telah menjadi seorang anak yang baik tahun ini dan saya ingin
hadiah sepeda di hari Ulang tahunku. Saya ingin sepeda yang berwarna
merah.

Temanmu,
Leroy

Leroy tahu bahwa apa yang dia tulis bukanlah yang sebenarnya. Dia
belon bersikap sebagai anak yang baik tahun ini. Lalu dia mulai
menulis surat yang baru…

Surat kedua :

Hello Tuhan,
Saya telah bersikap sebagai anak yang “OK� tahun ini. Saya masih
benar-benar menginginkan sebuah sepeda di hari Ulang tahunku.

Leroy

Leroy tahu bahwa dia juga tidak dapat mengirimkan surat seperti ini
kepada Tuhan. Lalu dia menulis surat yang ketiga…

Surat ketiga :

Tuhan,
Saya tahu bahwa saya belum menjadi anak yang baik tahun ini dan saya
menyesalinya. Saya akan menjadi anak yang baik bila Engkau memberiku
sebuah sepeda di hari Ulang tahunku.

Terimakasih,
Leroy

Leroy tahu, bahwa sekalipun surat itu jujur, tetapi surat itu tidak
akan membawakan sebuah sepeda untuknya. Sekarang Leroy merasa sangat
sedih. Dia turun ke bawah dan berkata kepada ibunya bahwa dia akan
pergi ke gereja. Ibu Leroy berpikir bahwa rencananya berhasil, ketika
melihat bahwa Leroy kelihatan sangat bersedih hati. “Pulanglah nanti
untuk makan malam,� kata ibu Leroy kepadanya. Leroy berjalan ke
sebuah gereja di sudut jalan. Lalu dia memastikan bahwa tidak ada
seorangpun yang berada disana.

Leroy mengambil patung dari Bunda Maria, menyembunyikannya di balik
kausnya, segera berlari meninggalkan gereja itu menuju ke rumahnya,
dan langsung pergi ke kamarnya. Dia duduk dan bersiap-siap dengan pena
dan secarik kertas.

Leroy memulai untuk menulis sebuah surat kepada Tuhan.

Surat keempat :

Tuhan,
IbuMu ada padaku. Jika Engkau ingin melihat ibuMu kembali, beri aku
hadiah Ulang tahun sebuah sepeda.

Tertanda,
Engkau tahu siapa

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

LOL….Good Job..Leroy…
and God give u answer : “U can take my mom….. I already headache b’coz her scolded me”
wkwkwkwkwkwk…:D