Tubuh dan Niat Pikiran

Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)

Tubuh fisik kita dapat mencerminkan
pikiran dan keyakinan kita yang inheren. Pada
hari-hari biasa, setiap sel di dalam tubuh, pasti akan
mengeluarkan reaksi terhadap setiap ucapan, pikiran
dan tindakan kita.

Kepala
“Kepala” melambangkan diri kita sendiri. Orang-orang
mengenal kita, mulai dari kepala. Bila bagian kepala
ada sesuatu yang tidak nyaman, maka ini menandakan
bahwa kita mempunyai masalah yang serius.

“Rambut” melambangkan kekuatan. Jika selalu merasa
tegang dan takut, dapat mengakibatkan pori rambut
menyusut, sehingga rambut tidak bisa bernapas; rambut
akan kehilangan nyawa dan mengakibatkan kerontokan.
Lama-kelamaan dapat mengakibatkan kebotakan rambut.

Seseorang yang selalu berada dalam kondisi tegang dan
tertekan, bukan berarti ia sedang berjuang, hanya
menunjukkan orang ini sangat lemah. Manusia harus
rileks, tenang dan konsentrasi, baru benar-benar kuat
dan stabil.

Telinga
“Telinga” melambangkan kemampuan kita mendengar. Jika
telinga ada penyakit, biasanya menandakan ia mempunyai
sejumlah masalah yang tidak ingin didengarnya,
lebih-lebih tidak ingin mendengar pendapat orang lain.
“Tidak idiot juga tidak tuli, tidak pantas sebagai
mertua”, jika pura-pura idiot dan tuli sudah menjadi
kebiasaan, maka telinga benar-benar akan menjadi tuli.

Mata
“Mata” melambangkan kemampuan melihat. Jika
penglihatan ada masalah, biasanya menandakan kita
telah bosan melihat suatu benda tertentu, misalnya
buku dan koran, atau yang sering muncul dalam
kehidupan sehari-hari. Semula kita punya niat untuk
menghindar, mata mendapat isyarat, kemampuan melihat
diturunkan, daya penglihatan menjadi minus (pelihat
dekat). Apa yang dinamakan “mata tidak melihat, hati
tidak risau”, prinsipnya adalah demikian.

Banyak orang karena sebelum mengenakan kacamata
bersedia membersihkan dan memperbaiki hal-hal jelek
yang telah terjadi, sehingga daya lihat mendapat
perbaikan, bahkan tidak perlu mengenakan kacamata
lagi. Gejala demikian membuat orang merenungi dengan
seksama.

Coba dipikirkan: Apakah ada sesuatu hal, yang kita
sedang tidak ingin menghadapinya? Atau takut
menghadapi? Takut kelak menghadapinya? Jika Anda dapat
dengan jelas memperlakukan diri sendiri, maka tidak
akan terjadi hal apa pun pada Anda.

Sakit Kepala
“Sakit kepala” berasal dari pikiran yang resah dan
memandang diri sendiri tidak berharga. Ketika sakit
kepala seharusnya bertanya pada diri sendiri:
Sebenarnya apakah ada yang tidak beres? Kemudian,
menghibur dan mendorong diri sendiri, sehingga
masalahnya dapat terselesaikan, maka sakit kepala akan
sembuh dengan sendirinya.

Orang yang sering mengalami sakit kepala sebelah,
karena terlalu berharap dirinya sempurna, telah
membuat terlalu banyak tekanan bagi diri sendiri, dan
bersamaan itu acap kali mengekang diri sendiri, tidak
menampakkan dan menyalurkan ketidakpuasan diri
sendiri.

Leher dan Tenggorokan
“Leher” dan “tenggorokan” sangat menarik, bagian ini
adalah bagian yang sangat rumit. Leher sangat dekat
dengan kepala, dia seperti sebuah saluran pikiran.
Jika terjadi sesuatu hal, adalah tubuh yang sedang
memberi isyarat pada manusia bahwa terhadap keadaan
tertentu, dan sejumlah pandangan, terlalu keras kepala
dan tidak terbuka.

Ada seorang dokter keluarga, ia pernah melakukan
sebuah survei yang sangat istimewa, di luar dugaan
menemukan bahwa orang-orang bisa mencuci mangkuk
dengan 250 cara yang berbeda. Kenyataan ini
memberitahu pada kita: Hanya melihat sebuah sudut,
tidak melihat sudut lainnya, berarti mencampakkan
sebagian besar yang ada di dunia. Sikap orang dalam
melihat masalah, jika lincah seperti lehernya, maka
lehernya tidak akan mudah terjadi masalah.

Tenggorokan memiliki kemampuan bicara untuk kita,
seorang yang merasa tidak mempunyai kemampuan untuk
mengambil keputusan bagi dirinya sendiri,
tenggorokannya akan sangat lemah. Jika tenggorokan
sakit disertai pilek, maka itu dikarenakan pikiran
kacau, memperlemah daya tahan tubuh, baru bisa
demikian. Banyak sekali hal yang tidak pernah dapat
dikerjakan seperti yang mereka harapkan sendiri, hanya
bermanis-manis pada orang lain, hati tidak
menyenangkan, sangat mudah terserang pilek dan sakit
tenggorokan.

Penyebab utama pada batuk adalah melawan –melawan
bakteri, melawan debu. Dalam sebuah konser musik yang
sangat sukses, ratusan bahkan ribuan orang semuanya
tidak mengeluarkan suara, ternyata orang yang pilek
dan batuk, di saat demikian juga tidak batuk lagi.
Sebaliknya, dalam sebuah teater kelas rendah, meskipun
jumlah penonton sangat sedikit, namun selalu dalam
suasana kacau, suara batuk terdengar di sana-sini,
tiada sedikit pun ketenangan.

Lengan
“Lengan” melambangkan pengalaman terhadap kehidupan.
Ia memiliki kemampuan dan potensi merangkul: lengan
bagian atas mempunyai hubungan dengan kekuatan
terpendam kita: sedangkan lengan bagian bawah
mempunyai hubungan dengan kemampuan kita.

Tangan bisa sangat lembut, namun berpikir kelewat
batas, dapat membuat telapak tangan sangat keras, jari
tangan kasar. Orang yang sering menggenggam tangan
dengan erat, menandakan ada ketakutan, apa yang hilang
jika ketakutan, bisa kekurangan sesuatu apa, begitu
ketakutan diabaikan, maka tidak akan ada apa-apa lagi
yang tersimpan.

Manusia semestinya mengetahui bahwa manusia berada di
dunia, segalanya telah ditakdirkan. Mempunyai
kesadaran demikian, dapat melapangkan dada, tidak lagi
terikat untuk tidak melepaskan. Dengan demikian,
sepasang tangan tidak akan tegang lagi. Harus
mengetahui benda yang benar-benar merupakan milik
sendiri, tidak akan dirampas orang lain, sungguh tidak
perlu merasa khawatir.

Orang yang jari tangannya terjadi masalah, seyogianya
segera mengendurkan diri, jangan lagi terlalu terikat
terhadap orang atau suatu masalah. Di luar dugaan
melukai jari tangan, bukan semuanya di luar dugaan.
Keakuan dari dirinya, sedang berada dalam kondisi yang
tidak diinginkan, pikirannya sangat tidak konsentrasi.

Punggung
“Punggung” adalah tiangnya tubuh, bagian punggung
baik, tandanya mendapat dukungan orang lain. Jika
bagian punggung ada masalah, maka tandanya diri kita
sendiri merasa tidak mendapat dukungan. Sebenarnya,
selain dukungan kerabat dan sahabat karib kita, masih
mendapat dukungan dari jiwa kita sendiri: Seorang yang
baik, lebih-lebih mendapat dukungan dari segala
kekuatan lurus alam semesta.

Jantung
“Jantung” melambangkan cinta kasih, darah melambangkan
gembira. Sebuah hati yang penuh dengan rasa cinta,
dapat menyalurkan darah ke seluruh tubuh. Ketika
menyangkal kegembiraan dan cinta, jantung akan
mengetat, tidak ada elastisitas. Akibatnya peredaran
darah tidak lancar, lalu terjadilah kurang darah dan
penyakit jantung. Orang yang berpenyakit jantung,
pasti bukan orang yang gembira dan santai. Biasanya,
mereka berani dalam hal: Bisa melakukan, namun tidak
bisa melepas.

Lutut
“Lutut” sama seperti leher, berhubungan dengan
kemampuan adaptasi, lutut sakit menyatakan keangkuhan
dan keras kepala. Jika bagian lutut ada masalah, dapat
bertanya pada diri sendiri: Apakah angkuh, tidak
bersedia mengubah kehidupan, dan tidak bersedia
menyesuaikan jalan yang baru?

Kehidupan itu bergerak dan mengalir lancar, jika ingin
hidup senang harus menyesuaikannya dengan kehidupan,
bergerak bersama dengannya. Sebatang pohon poplar
melambai mengikuti angin, setiap saat dia begitu
anggun, begitu alami bersatu padu dengan kehidupan.

Keyakinan dan kesehatan memiliki hubungan yang
penting, dan keyakinan yang benar berasal dari moral
yang tinggi. Seorang yang benar-benar tulus, baik
hati, dan toleran, tubuhnya pasti sehat, begitu juga
dengan kehidupannya pasti senang dan bahagia.

(Sumber: Dajiyuan)

artikel bersangkutan
Apakah anda menyukai tulisan ini? bagikan dengan teman anda. :)